Tulisan Terbaru

Tautan

logougm-150  MMUGMSidebar150

Organik atau Mekanis

Tidak ada definisi TQM yang diterima secara universal selama ini. Namun menurut Miller 1996 TQM adalah pproses berjalan dimana top managemen melakukan langkah apa saja yang diperlukan untuk membantu semua orang di organisasi dalam melaksanakan tugasnya untuk mencapai standar yang bisa memenuhi atau bahkan melebihi kebutuhan dan harapan pelanggannya, baik internal maupun eksternal.

TQM juga menuai kritik, khususnya terhadap ketiadaan karya empiris dan teoritis terhadap unsur-unsur kunci dari filosofi. Penelitian yang dilakukan oleh beberapa ahli tidak bisa menunjukkan bahwa organisasi dengan TQM tidak lebih baik dengan organisasi tanpa TQM. Sebaliknya, beberapa penelitian menunjukkan bahwa TQM juga bisa menghasilkan keuntungan kompetitif bagi perusahaan.

Pendekatan organik dan mekanis dari TQM menurut Spencer 1994 TQM adalah praktek managemen komprehensif yang menangkap sinyal-sinyal model organisasi dengan menyediakan metodologi untuk penggunaanya. Lebih lanjut Spencer mengajukan 7 dimensi doktrin utama dari metodologi ini, yaitu: tujuan organisasi, kualitas definisi, peran dari lingkungan, peran dari managemen, peran dari karyawan, rasionalitas struktural dan filosofi terhadap perubahan.

Implikasi penelitian dan managerial

Hasil penelitian ini menunjukkan 4 arah yang menjanjikan terhadap penelitian TQM lebih lanjut.

  1. Materi yang dihasilkan dari implementasi TQM lintas sektor menjadi dasar yang cocok untuk penelitian kualitatif selanjutnya.
  2. Kerangka ke tujuh dimensi dari spencer terbukti kegunaanya sebagai alat yang efektif untuk membentuk penelitian menuju efek moderasi dari model organisasi pada proses implementasi.
  3. Penggunaan kerangka lain bisa membantu menghasilkan insight lebih lanjut terhadap TQM baik interactive maupun interpretive.
  4. Peneliti struktralis bisa menemukan bahwa struktur organisasi yang berbeda memberi dampak pada pengembangn praktek TQM dalam organisasi dan memberikan insight yang berguna bagi aplikasi TQM.

Kesimpulan

Paper ini telah memberi sumbangan literatur dengan menunjukkan bahwa aplikasi TQM di organisasi bisa mekanis maupun organik. Hal ini mendukung penelitian Beyer 1997. Implementasi TQM di 3 perusahaan yang diteliti tidak ada yang mekanis maupun organis secara seragam tetapi bervariasi berdasarkan dimensi tertentu.

Implementasi TQM bisa organik maupun mekanis tapi tidak ada yang seragam /sama di seluruh organisasi. Ketidak seragaman ini muncul karena:

  1. Dimensi doktrin yang berbeda-beda mungkin diterapkan secara konsisten secara mekanik atau organik.
  2. Dalam satu organisasi yangsama, suatu lokasi mungkin menerapkan TQM secara seragam, tapi berbeda di lokasi lain. Hal ini senada dengan argumen terhadap implementasi TQM yang harus diikuti secara kaku dan tidak ada 1 cara pengelolaan yang terbaik (one best way of managing). (Spencer 1994)
  3. Implementasi TQM baik mekanis maupun organik tidak ada yang dinilai sebagai baik maupun buruk. Namun perbedaanyalah yang dianggap lebih penting.

Resume : www.emeraldinsight.com/0265-671X.htm

1 comment to Organik atau Mekanis

  • Organik atau Mekanis | spirit of sharing (S.O.S) I was recommended this blog by my cousin. I am not sure whether this post is written by him as nobody else know such detailed about my difficulty. You are incredible! Thanks! your article about Organik atau Mekanis | spirit of sharing (S.O.S)Best Regards Nick

Leave a Reply

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>