Tulisan Terbaru

Tautan

logougm-150  MMUGMSidebar150

Inspirasi Bisnis Abdurrahman bin Auf

Anda butuh kaya, dan dari kekayaan itu akan percuma kalau anda tidak masuk surga!”
Muda kaya raya mati masuk surga

“….Hingga seandainya aku angkat sebuah batu, maka di bawahnya kudapati emas dan perak……”
Ketika pertama kali datang ke Madinah setelah hijrah dari Mekah sahabat nabi ini menolak untuk diberikan modal untuk memulai hidup baru di Madinah, yang ditanyakan Sahabat Nabi ini adalah dimana letak pasarnya……Abdurahman bin Auf sebagai seorang sahabat nabi yang kaya raya…Beliau menjadi inspirator karena keberhasilan menjalankan bisnis dan kemurahan hatinya dalam membelanjakan harta dijalan Allah SWT….Abdurahman bin Auf tidak pernah ragu untuk menafkahkan hartanya dijalan Allah sebanyak apapun. Keyakinan yang positif memacu semangatnya sehingga memberikan dampak yang positif…Abdurahman bin Auf menjual kuda tidak menetapkan berapa keuntungannya tetapi sama dengan apa yang ia beli….ia mendapatkan keuntungan dari aksesorinya….pelana, kais dan sebagainya….bentuk dari strategi dagang yang jitu….jauh dari nilai- nilai neoliberalism yang sekarang sedang sakit itu…
Ada buku yang menarik tentang inspirasi menjadi Kaya Raya Tetap Masuk Surga, pada buku yang ditulis Bapak Hasyim Abdullah, Alumni MMUGM di bawah ini.Judul : Muda Kaya Raya Mati Masuk Surga

Penulis : Drs Hasyim Abdullah, MM
Penerbit : SBS Publishing
Tahun Terbit: 2007
Cetakan : Pertama
Jumlah Hal : 144
Cover : Soft Cover
Ukuran : 19 x 12
Segmentasi : Umum (best seller: 2006-2007 terjual 9000 eks)

Tentang Penulis
Drs Hasyim Abdullah, MM adalah seorang Prophetic Business Consultant. Pemilik sekaligus Managing Director Strategic Business Solution (SBS) ini memperoleh gelar Magister Manajemen dari Program Pasca Sarjana UGM (2004), memperoleh gelar Doktorandus dari IKIP Negeri Yogyakarta (1992), SLTA di SMAN 1 Banjarnegara, SMP Muhamadiyah I Banjarnegara (1985) dan tingkat dasar dari SDN Krandegan IV Banjarnegara. Sekarang menjabat Ketua Bidang Kerjasama dan Kemitraan Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia Propinsi DIY, pendiri beberapa yayasan pendidikan dengan konsep sekolah alamnya.
Sebelum terjun mengelola bisnisnya sendiri pernah dinobatkan sebagai National Top Sales ketika bekerja di Yellow Pages PT. Telkom, Sebagai konsultan Integrated Marketing Communication Strategy dengan beberapa klien seperti Yakult, Telkomsel, Indosat dan Bank Mandiri.
Disela- sela kesibukannya, beliau aktif memberikan ceramah,seminar dan pelatihan motivasi bisnis di berbagai forum dibeberapa kota di Indonesia. Diamanahi juga sebagai Sekretaris Umum MES (Masyarakat Ekonomi Syariah) Propinsi DIY. Untuk melengkapi di dunia bisnisnya beliau mempunyai korporasi bergerak dibidang jasa konstruksi berskala nasional.

Sinopsis
Muda foya- foya, tua kaya raya, mati masuk surga, suatu ungkapan yang ngetren di kalangan anak muda sekitar tahun 90 an. Ungkapan yang memang tidak ilmiah dan juga tidak realistis tetapi sekarang sikap tersebut menggejala, terlihat pada kutipan halaman pendahuluan dari buku ini :
“Justru sikap semaunya: maunya enak, berfoya- foya, tidak peduli lagi bagaimana dan dari mana sumber penghasilan berasal, saat ini menggejala “….( Muda Kaya Raya Mati Masuk Surga, halaman ix)
Karakter orang kaya yang sungguh- sungguh kaya; yang biasanya dicirikan sebagai orang yang suka bekerja keras, ulet, berani, mau bermandikan keringat, berani mengambil resiko sekaligus mau berbagi nyaris hilang.
Seseorang ingin kaya harus dipersiapkan, kaya bukan berasal dari keturunan atau warisan leluhur. Malaysia, Cina, Singapura dan negara- negara lain di Asia yang memiliki tingkat kehidupan rakyatnya lebih makmur/ sejahtera bukan karena berlimpahnya sumber alam, tetapi berkat kerja keras yang sinergi antara rakyat dan Negara. Perjalanan ke berbagai negara di Asia yang dilakukan Penulis buku ini, karena misi dagang/ bisnis dan undangan pengusaha setempat membuat beliau tercengang karena sifat kerja keras, ulet dan gigih. Sebagaimana kutipan pada halaman 8:
“ Kata Tan Sri Ali Hashim pengusaha Malaysia pemilik Johor Coorporations (JCORP) : ini nak kami sampaikan kepada Bapak, bukan karena nama kita sama. Bukan pula sekedar membuat rombongan Bapak suka. Tetapi ketahuilah, bahwa kami orang Malaysia mencapai kemakmuran dan kekayaan adalah sebagai hasil kerja keras kami sejak lama……”….( Muda Kaya Raya Mati Masuk Surga, halaman 8).
Sewaktu Beliau (Bapak Hasyim) masih SD ditanya oleh Ibunya: “Besok mau jadi apa?”Beliau menjawab dengan tegas “Jadi direktur bank”. Sambil membayangkan memegang segepok uang. Ditanya lagi oleh Ibu Beliau “Nak, kalau besar, kamu ingin seperti Pak Wayan atau seperti Pak Ahmadi?”. Bahwa Pak wayan dan Pak Ahmadi adalah tetangga beliau di Kauman Banjarnegara, Pak Wayan seorang pegawai bank dan Pak Ahmadi seorang pedagang. Kontan Beliau menjawab: “ingin seperti Pak Ahmadi!”. Ekspresi wajah ibunya menjadi sumringah yang terus terkenang, bahwa kejelasan sebuah cita- cita sebagai pebisnis memiliki peluang besar untuk hidup lebih makmur dan berkecukupan. “…. ( Muda Kaya Raya Mati Masuk Surga, halaman 12).
Dalam buku ini dijabarkan tentang strategi- strategi jika ingin kaya- raya dan tentunya masuk surga atau sukses di dunia dan sukses diakhirat. Strategi pertama, Kesiapan untuk kaya raya: Just learn from the best, Anda ingin kaya raya?, waspadalah, pilih jalur mana?, jadilah pribadi yang visioner dan jangan gentar. Strategi kedua, Prinsip dan fakta tentang kesuksesan: mau kaya raya? Jadilah pengusaha; dikutip dari halaman 40 sebagai berikut:
“Sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW, figur panutan yang oleh Michael Hart, dikategorikan sebagai manusia paling berpengaruh itu telah menjadi orang pemuda yang kaya raya, bisnisman semasa mudanya, saudagar muda. Menurut buku Sejarah Hidup Muhammad tulisan Haekal (1980), ketika beliau menikah, mas kawinnya adalah 20 ekor onta! Maka apabila seekor onta saat ini harganya Rp. 20 juta, berarti saat itu beliau menyiapkan uang sebesar Rp. 400 juta, khusus buat calon istrinya. Apakah kekayaan Nabi Muhammad hanya sebesar itu? Jelas lebih, secara logika sederhana dijawab: cadangan tentu jauh lebih besar guna meneruskan proyek bisnis lintas Negara yang beliau lakukan bersama Khadijah, istrinya”… ( Muda Kaya Raya Mati Masuk Surga, halaman 40).
Prinsip- prinsip kesuksesan dan anda adalah sang juara. Strategi ketiga dibahas tentang optimalkan networking: latihlah diri anda, bentuk dan bina network anda, kembangkan rasa humor, jangan sepelekan network lama. Strategi keempat, Posisikan diri anda secara strategis: Urgensi positioning, jadilah tokoh sentral, definisikan peran anda, jangan jadi peragu, mau menunggangi dan mau ditunggagi, bertindak cepat, positioning yang sukses, waspadai positioning yang keliru. Strategi kelima, Mengubah kegagalan jadi batu loncatan: persepsi kegagalan, hambatan adalah ujian kenaikan, ubah cara berfikir anda, bangun dari kegagalan, hikmah dari kegagalan. Strategi keenam, belajar dari generasi terbaik, surga tidaklah gratis, kini kunci ditangan anda dan pastikan anda masuk surga, sebagaimana petikan halaman 137 sebagai berikut:
“ ……anda mungkin benar- benar sukses dan kaya raya. Bisnis lancar, harta berlimpah, posisi sosial sangat baik, dihormati orang, omongan anda menjadi rujukan, banyak pengikut, tak ada masalah keuangan dan pergaulan, semua lancer dan baik- baik saja. Apakah semua sudah selesai? Tidak Anda belum selesai!
Anda belum apa- apa dan Anda belum menjadi siapa- siapa. Anda barulah seonggok daging yang belum tentu punya nilai di mata siapapun! Apalagi di mata Allag SWT, penggenggam surga dan neraka!” ( Muda Kaya Raya Mati Masuk Surga, halaman 137).
Buku ini ditulis ditujukan bagi : anda yang ingin sukses dan kaya raya, tetapi belum mampu mencapainya. Anda yang belum banyak jam terbang bisnisnya. Anda yang sedang berusaha keras menapaki jalan terjal untuk mencapainya tetapi masih bingung harus dengan apa dan bagaimana cara mencapainya. Beberapa kesimpulan: pertama, bahwa untuk kaya, tak cukup hanya mengandalkan bakat dan kecerdasan, apalagi genetika. Anda harus bermental kaya raya. Kedua, mengelola penghasilan Rp. 1 juta dengan Rp. 1 Milyar per bulan sama repotnya. Ketiga, anda mungkin yang terbaik di lingkungan anda, paling berbakat, paling canggih, paling jempolan, paling setia, paling berdedikasi atau paling top. Tetapi itu semua belum cukup menjadi jaminan anda kaya raya. Anda harus tahu mana jalan pintasnya. Anda butuh kaya, dan dari kekayaan itu akan percuma kalau anda tidak masuk surga!

3 comments to Inspirasi Bisnis Abdurrahman bin Auf

Leave a Reply

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>