Tulisan Terbaru

Tautan

logougm-150  MMUGMSidebar150

Perubahan Sikap politik TNI

Tentara1TNI

Laskar yang saat itu (tahun 1945) baru keluar dari hutan karena perang gerilya dilakukan pelatihan ulang dengan harapan menjadi militer yang profesional dan disiplin. Akan tetapi laskar tersebut tidak dengan serta merta melepaskan ideologi yang sudah dibawanya. Ada batalyon yang perwira- perwiranya memanggul ideologi komunis karena dulunya sebagai laskar Pesindo. Ada yang membawa ideologi sekuler dan tentunya ada yang membawa ideologi islam.
Pertentangan batalyon kadang memunculkan insubordinatif (pembangkangan) terhadap komando atasan. Contoh pembelotan ALRI Divisi IV di Kalimantan yang berjuang kehutan lagi menjadi Kesatuan Rakjat Jang Tertindas, TNI di Sulawesi masuk ke hutan menjadi DI/ TII Kahar Muzakkar. Di Jawa Tengah pemberontakan batalyon 426 dengan latar Laskar Hizbullah.Pemberontakan terlama oleh Kartosoewiryo lewat DI?TII menanamkan stigma tersendiri dilingkungan perwira TNI. Terlebih Partai Komunis Indonesia memfitnah bahwa pemberontakan ini didukung Masyumi.
Jasa para perwira TNI islami hingga kini seakan dilupakan, arsitek pasukan bom syahid (Bung Tomo),Jenderal Besar Soedirman dan bahkan beberapa tentara yang dicap pembangkang hanya karena tidak sependapat dengan hasil perjanjian renvile, karena makin menyempitnya wilayah RIS telah dihukum mati. TNI semasa pergerakan dan orde baru selalu saling pengaruh antara yang nasionalis, sekuler dan islami. Tetapi yang jelas sebagaimana dikatakan Deliar Noer bahwa nasionalisme Indonesia dimulai dengan Nasionalisme Islam, yang mula- mula mengecap asam garam pergerakan.

Leave a Reply

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>