Tulisan Terbaru

Tautan

logougm-150  MMUGMSidebar150

Rahim Hanya Sebagai Inkubator?

Photobucket
Pada Al Qur’an Surat Abasa ayat 19 diatas menyatakan bahwa proses diciptakan manusia adalah langsung pada sperma/ mani. Laki- laki sebagai pembawa calon manusia yang telah diciptakan Allah SWT di mani.Photobucket Demikian juga lebih diperjelas pada Al Qur’an Surat Al Mu’minun ayat 12 – 14, tidak terjadi pembuahan hanya disimpan, bahwa wanita hanya merupakan inkubator (yang disimpan dengan kokoh, QS. Al Mu’minun, 13) untuk benih bayi yang dibawa laki-laki. Sebagaimana pada QS. Al Mu’minun ayat 12 – 14, sebuah fakta bahwa fase- fase perkembangan bayi adalah dari saripati yang berasal dari tanah (QS.23,12), sari pati itu adalah air mani yang kemudian disimpan didalam tempat yang kokoh yaitu rahim (QS,23,13). Mani yang telah tersimpan (berarti tidak terjadi proses pembuahan) dijadikan segumpal darah, kemudian jadi daging, tulang belulang, yang kemudian dibungkus dengan daging sehingga terbentuklah penciptaan yang paling sempurna, manusia (QS,23,14).
Photobucket
Wali nikah Harus Ayah Kandung
Siapa pun tidak pernah punya hak untuk melakukan akad yang bukan berada di dalam wewenangnya. Kalau pun dilakukan juga, maka pernikahan itu tidak sah, baik secara hukum agama, apalagi hukum negara. Kecuali karena telah meninggal tentunya menggunakan hak perwalian/ pemberian kewenangan.
Sebuah pernikahan itu hanya sah bila melalui proses akad nikah. Dan yang namanya akad nikah itu hanya dilakukan oleh seorang ayah kandung dari seorang anak perempuan dengan calon menantunya. Akad nikah tidak pernah dilakukan oleh sepasang calon pengantin, apalagi oleh orang lain. Rasulullah SAW ketika bersabda,”Tidak ada akad nikah kecuali wali mursyid dan oleh dua orang saksi yang adil”.
Kenapa harus ayah kandung? Sebab seluruh jasad Anda itu tumbuh dari bibit ayah kandung anda. Hubungan Anda dengannya tidak bisa dinafikan atau dibatalkan. Bahkan secara medis, boleh dikatakan bahwa DNA yang Anda miliki bersumber dari DNA saripati (mani) ayah kandung. Sebagaimana pada QS Al Mu’minun bahwa Allah SWT menciptakan manusia berasal dari air mani (Sperma) dimana sperma adalah dihasilkan oleh seorang laki- laki.

resource:

1.  Al Qur’an Surat Al Mu’minun ayat 12 – 14

2. Al Qur’an Surat Al Abasa, 19

Leave a Reply

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>