Tulisan Terbaru

Tautan

logougm-150  MMUGMSidebar150

Mengelola Isu Strategis

Respon yang efektif terhadap tantangan potensial atau peluang harus didasarkan pada pengetahuan yang mendalam tentang kemampuan organisasi dan kekuatan serta kelemahan. Perencanaan strategis, berkaitan dengan bagaimana memformulasikan hal-hal yang paling cocok dan paling menguntungkan bagi organisasi dan lingkungannya berdasarkan pemahaman yang baik tentang kedua hal tersebut.

Pengidentifikasikan isu strategis merupakan jantung dari proses perencanaan strategis. Misi organisasi sering secara eksplisit maupun implisit dimaknai sebagai suatu isu. Isu strategis sangat penting, karena mereka berperan sentral dalam pengambilan keputusan politis. Pengambilan keputusan politis selalu beranjak dari masalah. Perencanaan strategis dapat meningkatkan kualitas proses pengambilan keputusan dengan cara membingkai isu-isu yang penting dan mengirim masalah itu ke pengambil keputusan kunci. Ketika isu strategis berhasil diidentifikasi, maka selanjutnya disusun kerangka rincinya dalam beberapa subsekuensi, beberapa keputusan, dan kerangka aksi. Bila isu strategis berhasil dirinci seeprti itu, maka secara politis akan mudah diterima dan lebih lanjut secara teknis dan administratif dapat lebih mudah dikerjakan. Bahkan, secara filosofis dapat dikaitkan dengan nilai dan kebijakan organisasi baik ditinjau secara moral etis maupun legal. Identifikasi isu strategis secara tipikal harus melalui serangkaian proses berjenjang yang harus dilakukan pelaku perencanaan strategis.

Manajemen strategik sebagai proses berkelanjutan yang melibatkan usaha-usaha untuk memadukan organisasi dengan perubahan lingkungannya sengan cara paling menguntungkan (Digman,1989). Berdasarkan definisi tersebut, manajemen strategik meliputi adaptasi organisasi dengan memperhatikan kekuatan dan kelemahan organisasi terhadap lingkungan eksternal. Manajemen strategik lebih memfokuskan pada keputusan-keputusan strategis dan juga pada perencanaan strategis yang akan diletakkan ke dalam bentuk praktek.

Pendapat yang lebih spesifik menyatakan bahwa manjemen strategi merupakan percepatan pembangunan yang dilakukan melalui studi lapangan yang muncul sebagai tanggapan terhadap meningkatnya situasi lingkungan yang cepat berubah. Studi lapangan ini melihat perusahaan secara keseluruhan dan berusaha menjelaskan mengapa manajen strategi mempunyai ciri yang khas dalam menganalisis permasalahan dan menangkap kesempatan oleh pimpinan perusahaan (Wheelen & Hunger,1990:5).

Bryson (Bryson,1999:23) menggunakan istilah perencanaan strategi. Yaitu suatu sistem dimana para manajer mengambil keputusan, mengimplementasikan dan mengontrol keputusan penting tersebut. Proses ini ditempuh melalui sepuluh tahapan :

a. Initial agreenment, kesadaran pentingnya manjemen strategic dalam upaya mencapai tujuan organisasi.
b. Identifikasi mandat organisasi.
c. Klasifikasi misi dan nilai-nilai organisasi.
d. Menganalisis lingkungan internal dan eksternal.
e. Identifikasi isu strategic yang dihadapi organisasi.
f. Memformulasikan strategi untuk mengatasi isu-isu.
g. Melihat dan mengangkat perencanaan strategic dan perencanaan lainnya.
h. Membangun organisasi yang efektif melalui visi.
i. Mengembangkan proses pelaksanaan secara efektif.
j. Menaksir strategi dan proses perencanaan strategic.

Manfaat Perencanaan Strategis

      Beberapa penulis (Steiner, 1979;Barry, 1986;Bryson, Freeman, dan Roering, 1986; Bryson, Van Den Ven, dan Roering, 1987) berkeyakinan bahwa perencanaan strategis dapat membantu organisasi:

–          Berfikir secara strategis dan mengembangkan strategi-strategi yang efektif.
–          Memperjelas arah masa depan
–          Menciptakan prioritas
–          Membuat keputusan sekarang dengan mengingat konsekuensi masa depan
–          Mengembangkan landasan yang koheren dan kokoh bagi pembuatan keputusan
–          Menggunakan kekuasaan yang maksimum dalam bidang-bidang yang berada dibawah control organisasi
–          Membuat keputusan yang melintasi tingkat dan fungsi
–          Memecahkan masalah utama organisasi
–          Memperbaiki kinerja organisasi
–          Menangani keadaan yang berybah dengan cepat secara efektif
–          Membangun kinerja kelompok dan keahlian.

Meski perencanaan strategis dapat memberikan seluruh manfaat diatas, tidak ada jaminan semuanya bersedia. Karena satu hal, perencanaan strategis hanyalah kumpulan konsep, prosedur dan alat. Selanjutnya perencanaan strategis tidak selalu dapat member nasehat. Ada dua hal yang memaksa bertahan pada upaya perencanaan strategis. Pertama, perencanaan strategis tidak dapat menjadi langkah pertama yang terbaik bagi organisasi yang runtuh atapnya. Kedua, perencanaan strategis akan menjadi kegiatan yang buang-buang waktu sajajika organisasi tidak memiliki keterampilan, sumber daya, atau komitmen para pembuat keputusan guna menghasilkan rencana yang baik.

Model Kualitas Layanan

service quality

Jasa/ pelayanan merupakan suatu kinerja tidak berwujud dan cepat hilang, lebih dapat dirasakan daripada dimiliki serta pelanggan lebih dapat berpartisipasi aktif dalam proses mengkonsumsi jasa tersebut. Dalam strategi pemasaran, definisi jasa harus diamati dengan baik, karena pengertiannya sangat berbeda dengan produk berupa barang. Kondisi dan cepat lambatnya pertumbuhan jasa akan sangat tergantung pada penilaian pelanggan terhadap kinerja yang ditawarkan oleh pihak produsen.

Jasa (service) adalah tindakan atau kinerja yang menciptakan manfaat bagi pelanggan pada waktu dan tempat tertentu, sebagai hasil dari tindakan mewujudkan perubahan yang diinginkan dalam diri atau atas nama penerima jasa tersebut (Lovelock and Wright, 1999 : 5).

Selengkapnya Baca → “ Model Kualitas Layanan

Aspek Teknis dan Fungsional Layanan

PhotobucketPertumbuhan kuantitatif lembaga pendidikan mungkin telah mengabaikan perspektif kualitas.Proses penilaian keberhasilan kinerja dari sebuah institusi pendidikan dengan menggunakan beberapa kriteria kualitas, berpola pada pemikiran Ada tidaknya kesenjangan dalam dimensi pelayanan dan expektasi yang diharapkan oleh mahasiswa/ siswa/ murid. Hal ini seharusnya menjadi acuan bagi pembuat kebijakan dan manajemen lembaga untuk tindakan perbaikan yang potensial.
Selengkapnya Baca → “ Aspek Teknis dan Fungsional Layanan

Responsibility Center: Revenue and Expense Centers

MCSPengertian Pusat Pertanggungjawaban
Dalam organisasi perusahaan, penentuan daerah pertanggungjawaban dan manajer yang bertanggung jawab dilaksanakan dengan menetapkan pusat-pusat pertanggungjawaban dan tolok ukur kinerjanya (Diana Putri, 2005). Selengkapnya Baca → “ Responsibility Center: Revenue and Expense Centers

Table Manner Course

BeefCara makan dan minum pada jamuan makan memiliki etika/ aturan yang telah disepakati bersama, bagaimana mengawali memasuki sebuah jamuan makan, setelah sampai didalam ruangan, posisi duduk, etika menggunakan peralatan makan yang demikian banyak di meja makan, hingga memulai memegang sendok/ garpu memilih sendok untuk jenis sajian yang dihidangkan dan memasukannya kedalam mulut (memakannya). Selengkapnya Baca → “ Table Manner Course