Tulisan Terbaru

Tautan

logougm-150  MMUGMSidebar150

Knowledge Management

Nurul Indarti, S.E., Siviloekonom, Cand. Merc., Ph.D

Ketatnya kompetisi secara global khususnya dalam bidang ekonomi telah menjadikan organisasi usaha memikirkan kembali strategi pengelolaan usahanya, dan SDM yang berkualitas dengan penguasaan pengetahuannya menjadi pilihan penting yang harus dilakukan dalam konteks tersebut. Pengetahuan memang merupakan milik individu, namun dapat dimanfaatkan oleh organisasi dengan tetap memberikan otonomi pengembangannya pada individu tersebut. Dalam hubungan ini belajar dan pembelajaran menjadi kata kunci dalam peningkatan kapasitas pengetahuan, oleh karenanya menjadikan individu sebagai pembelajar merupakan kondisi yang diperlukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kinerja organisasi melalui pengintegrasiannya dengan proses organisasi. Untuk itu organisasi perlu melakukan pengembangan dirinya menjadi organisasi pembelajar, sebab hanya dalam kondisi yang demikian individu/pegawai dapat benar-benar menjadi manusia pembelajar.

Knowledge Manajemen sebuah ilmu yang bisa dikatakan baru, mendapatkan transfer knowledge melalui  seorang dosen muda yang sangat enerjik, menarik, pintar, manis, ayu, cantik, baik hati… sepertinya diberikan semua sifat- sifat baik tersebut oleh Allah SWT.  Awalnya untuk menyamakan gelombang , kalau kata beliau  menyelaraskan agar tidak ada nois…. saya merasa terpontal-pontal walaupun pada akhirnya dapat menyesuaikan diri dengan beliau. Dialah Ibu Nurul Indarti, S.E., Siviloekonom, Cand. Merc., Ph.D.

Talent Management

Talent management atau manajemen bakat adalah suatu proses manajemen SDM terkait tiga proses. Pertama, mengembangkan dan memperkuat karyawan baru pada proses pertama kali masuk perusahaan (onboarding). Kedua, memelihara dan mengembangkan pegawai yang sudah ada di perusahaan. Ketiga, menarik sebanyak mungkn pegawai yang memiliki kompetensi, komitmen dan karakter bekerja pada perusahaan (wikipedia.org)

Perubahan paradigma dalam mengelola talent:

Old  way

  • HR bertanggungjawab dalam mengelola SDM
  • Memberikan gaji dan benefit
  • Rekrut  seperti membeli
  • Pengembangan SDM melalui training
  • Memperlakukan SDM secara sama

 

New  way

  • Semua  pimpinan  bertanggung jawab  dalam mengelola talent karyawan
  • Menerapkan strategi yang menarik minat kelompok  orang  yang bertalenta
  • Rekrut seperti pemasaran
  • Mengembangkan  SDM melalui pemberian tanggungjawab yang lebih, coaching, mentoring
  • Memperlakukan SDM  disesuaikan dengan talenta mereka

People ManagementTalent Management Process

Selengkapnya Baca → “ Talent Management

Organik atau Mekanis

Tidak ada definisi TQM yang diterima secara universal selama ini. Namun menurut Miller 1996 TQM adalah pproses berjalan dimana top managemen melakukan langkah apa saja yang diperlukan untuk membantu semua orang di organisasi dalam melaksanakan tugasnya untuk mencapai standar yang bisa memenuhi atau bahkan melebihi kebutuhan dan harapan pelanggannya, baik internal maupun eksternal.

TQM juga menuai kritik, khususnya terhadap ketiadaan karya empiris dan teoritis terhadap unsur-unsur kunci dari filosofi. Penelitian yang dilakukan oleh beberapa ahli tidak bisa menunjukkan bahwa organisasi dengan TQM tidak lebih baik dengan organisasi tanpa TQM. Sebaliknya, beberapa penelitian menunjukkan bahwa TQM juga bisa menghasilkan keuntungan kompetitif bagi perusahaan.

Pendekatan organik dan mekanis dari TQM menurut Spencer 1994 TQM adalah praktek managemen komprehensif yang menangkap sinyal-sinyal model organisasi dengan menyediakan metodologi untuk penggunaanya. Lebih lanjut Spencer mengajukan 7 dimensi doktrin utama dari metodologi ini, yaitu: tujuan organisasi, kualitas definisi, peran dari lingkungan, peran dari managemen, peran dari karyawan, rasionalitas struktural dan filosofi terhadap perubahan. Selengkapnya Baca → “ Organik atau Mekanis

Pelayanan Publik

Istilah “Sektor Publik” sendiri memiliki pengertian yang bermacam-macam. Dari sudut pandang ilmu ekonomi, sektor publik dapat dipahami sebagai suatu entitas yang aktivitasnya berhubungan dengan usaha untuk menghasilkan barang dan pelayanan publik dalam rangka memenuhi kebutuhan dan hak publik.

Beberapa tugas dan fungsi sektor publik dapat juga dilakukan oleh sektor swasta, misalnya : layanan komunikasi, penarikan pajak, pendidikan, transportasi publik dan sebagainya. Adapun beberapa tugas sektor publik yang tidak bisa digantikan oleh sektor swasta, misalnya : fungsi birokrasi perintahan.

Pelayanan Publik Menurut UU No. 25 Tahun 2009

Kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa, dan / atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik.

Persamaan Sektor Publik dan Sektor Swasta
Kedua sektor merupakan bagian integral dari sistem ekonomi di suatu negara dan menggunakan sumber daya yang sama untuk mencapai tujuan organisasi
Keduanya menghadapi masalah yang sama yaitu kelangkaan sumber daya, sehingga dituntut untuk menggunakan sumber daya organisasi secara ekonomis, efisiensi dan efektif
Proses pengendalian manajemen termasuk manajemen keuangan pada dasarnya sama di kedua sektor. Sama-sama membutuhkan informasi yang handal dan relevan.
Kedua sektor terikat pada peraturan perundangan dan ketentuan hukum lain yang diisyaratkan

Sensitivitas Lembaga Terhadap Perubahan dan Peluang

Lembaga pendidikan berfungsi dan berperan dalam pembentukkan sumber daya manusia yang berkompeten pada jamannya, kreatif, inovatif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, menuntut para manajer pendidikan untuk mencari dan menerapkan suatu manajemen baru yang dapat mendorong perbaikan mutu pendidikan. Wakhid S CiptonoOleh karena itu pembenahan manajemen pendidikan sangatlah diperlukan. Pembenahan manajemen pendidikan diperlukan sensitivitas lembaga dalam melihat sebuah perubahan yang muncul untuk mengelola kegiatan antisipasi yang harus dilakukan terhadap dampak dari perubahan tersebut, sekaligus melihat peluang yang muncul yang dapat diambil untuk pengembangan lembaga.
Pandangan dan pemikiran Rhenald Kasali sebagaimana disampaikan oleh Wakhid Slamet Ciptono terkait dengan managemen perubahan bahwa organisasi mendasarkan kepada perubahan cara berpikir dan berperilaku manusia guna membebaskan berbagai belenggu untuk meraih keberanian dan keberhasilan dalam proses pembaharuan (reformasi). bahwa managemen perubahan adalah upaya untuk menyajikan ramuan dari berbagai disiplin ilmu (colla-borative advantage among interdisciplinary studies) guna memecahkan masalah peru-bahan. Disiplin – disiplin ilmu itu terdiri atas: leadership, change management, marketing management, psychology, behavioral genetics, neuroscience, neuroplasticity, sociology. Secara garis besar ramuan dari berbagai disiplin ilmu yang tertuang dalam buku Rhenald Kasali memfokuskan pada manusia yang menjalankan perubahan itu sendiri, bukan pada alat-alat atau masalah yang manusia hadapi.